Tuhan saya lelah

saya lelah mengenakan sepatu kaca ini. sepatu-sepatu itu terlalu transparan. matahari dapat menyengat kaki saya dengan mudahnya. hujan dapat mengotori sepatu kaca saya dengan bercak lumpur setiap saat. saya lelah. sepatu kaca ini melelahkan sekali, Tuhan. satu saat, kaki saya melepuh hebat akibat cahaya matahari yang menembus kaca transparan sepatu saya. di saat lain, kaki saya terantuk batu besar dan kerasnya sepatu kaca saya justru menambah rasa ngilu di jemari saya. bilur dan lebam di kaki saya pun takkan dapat disembunyikan oleh lapisan kaca tembus pandang ini.

Tuhan, sepatu ini melelahkan. sungguh melelahkan. namun pada saat yang sama, sepatu ini juga begitu indah dan melenakan. cahaya matahari yang terbiaskan oleh sepatu saya menampakkan warna pelangi yang indah di kala hari cerah. rintik yang menetes keatas sepatu kaca saya juga mengalir dengan indahnya kebawah, menghiasi kaki saya dengan romansa hujan.

saya tidak tahu Tuhan, haruskah saya melepas sepatu kaca ini dan menggantinya dengan sepatu konvensional, atau haruskah saya bersabar dan membiasakan diri dengan sepatu kaca ini karena ia begitu indah dan segalanya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s