Trust Issues

“siapa yang bisa menjamin kalau saya dan kamu ini nyata?

siapa yang bisa menjamin realita yang kau ketahui semuanya nyata?

siapa yang bisa menjamin kalau duniamu bukanlah dunia artifisial yang didesain oleh orang lain demi kepentingan mereka sendiri?

tidak ada.

realitamu, kenyataanmu, adalah apa yang kamu putuskan untuk kamu percayai.

apa yang kamu percaya merupakan realitamu, akan menjadi realita bagimu.

jadi,

masih mau bicara kalau kamu tidak mempercayai segala sesuatu lagi?”

Advertisements

Maafkan romantisme cengeng yang mungkin membuatmu muak ini, namun saya sedang jatuh cinta.

“whenever i’m alone with you, you make me feel like i am home again”

kamu tau rasa yang mengalir hangat di dadamu ketika kau sedang bersama seseorang dan kamu merasa ingin berada dalam momen itu selamanya? kamu tau rasa yang merebak dalam dadamu ketika kau sedang bersama seseorang dan kamu seketika tahu larimu akan berhenti disini untuk waktu yang lama, meski kau takut untuk berkata selamanya? kamu tau rasa yang memadat mengisi relung hatimu ketika kamu sedang bersama seseorang dan menyadarkan kamu mengenai apa itu rasa nyaman yang sering diperbincangkan orang-orang? kamu ingin terus berada disana, dilengannya, terpejam, mengendusi aroma keringatnya yang ternyata merupakan penenang bagi luapan emosimu. kamu ingin waktu berhenti sehingga kamu dapat berada dalam detik itu selamanya. kamu ingin mengulurkan tanganmu dan meraih jemarinya dan kamu tahu kamu tidak akan mau melepas jemari itu. kamu membiarkan ia menelusup didalam sel-sel otakmu dan membangun rumah disana hingga ia selalu muncul dalam lamunanmu dan menjadi sumber inspirasi bagi prosa-prosamu yang mencoba untuk terlihat puitis itu. kamu seketika tahu, dia membuatmu merasa lebih nyaman daripada rumahmu sendiri. dia membuatmu merasa senyaman berada dalam pelukan ibumu ketika kamu sedang dirundung mendung. dia membuatmu merasa….. ah klise memang, tapi dia benar-benar membuatmu merasa layaknya dunia bergerak cepat di sekeliling kalian dan kalian terjebak dalam slow motion yang indah tanpa mempedulikan betapa sekelilingmu telah bergerak dilahap waktu; dunia terasa hanya milik kalian berdua. atau mungkin dapat dikata kalian membentuk dunia kalian sendiri yang tidak terjamah oleh waktu maupun realitas lainnya ketika kalian sedang berdua. kamu menemukan rumahmu. setidaknya untuk sekarang dan jangka waktu kedepan yang kamu yakini akan lama.

“Whenever I’m alone with you, you make me feel like I am free again”

kamu selalu mencari trampolinmu — seseorang yang dapat melepasmu melambung ke angkasa mengejar mimpimu dan selalu berada disana untuk menangkapmu kembali saat kamu terjatuh. kamu selalu mencari seseorang yang memiliki sayap yang cukup kuat untuk menelusuri megahnya angkasa raya dan menginspirasi sayapmu untuk turut berkembang dan mengepak. kamu selalu mencari seseorang yang dapat meyakinkan kamu bahwa kamu dapat menjadi apapun yang kamu inginkan dan bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih dari sekedar melankoli tak berujung yang kau pelihara sejak kau berkenalan dengan dunia.kamu selalu mencari seseorang yang begitu bebas hingga dapat mendobrak dinding-dinding pertahananmu dan membebaskanmu dari menara tinggi yang sebenarnya kau bangun sendiri untuk mengurung dirimu sendiri dari kepahitan dunia. kamu selalu mencari seseorang yang dapat mendorongmu dari jurang yang terbuat dari alasan-alasan teoritis yang kau tumpuk sedari dulu untuk pembenaran segala tindakanmu dan mendorongmu jatuh hingga kau terpaksa harus belajar untuk mengepakkan sayapmu sendiri dan terbang. kamu selalu mencari seseorang yang tidak mengatakan “sini kupapah kau agar kau dapat berdiri tegak, kutuntun kau menuju mimpi umum masyarakat; kesuksesan finansial dan keharmonisan palsu rumah tangga” akan tetapi justru berkata “berdirilah, gunakan sepasang kakimu yang sehat dan kuat untuk berdiri tegak dan berlari mengejar mimpimu”. lalu kamu menemukan dia. dan dia menemukanmu.