Mengapa Srikandi?

aku ingin memberimu nama srikandi.

srikandi bukan semata karena nama itu terdengar eksotis dan manis. bukan semata karena rasa kecintaan terhadap budaya. dan pula bukan semata karena srikandi kerap diasosiasikan dengan perempuan jawa yang kuat.

karena bagiku Srikandi melambangkan kebebasan. kebebasan bagi wanita untuk terlepas dari gender. untuk menjadi mandiri dan kuat. untuk melakukan apa yang dia inginkan meski dikecam oleh angkasa raya. dalam cerita mahabharata, Srikandi adalah tokoh perempuan yang dibesarkan sebagai lelaki sehingga ia begitu maskulin dan lalu merubah kelaminnya menjadi lelaki. Srikandi memiliki keberanian untuk melakukan hal itu. untuk terlepas dari nilai moral dan norma dan menjadi lelaki. Srikandi menentukan normanya sendiri. nasibnya sendiri.

sedangkan dalam cerita Jawa, Srikandi merupakan prajurit wanita yang tangguh dan handal. Ia bahkan memimpin perang. meski dalam budaya jawa sendiri patriarkhi merupakan nilai yang kental. namun Srikandi dapat menjadi prajurit dan membunuh panglima perang musuh. Srikandi melakukan hal yang ia inginkan dan sukai, meski mungkin hal itu tabu. Srikandi menjadi inspirasi bagi kebebasan wanita.

dan aku ingin kamu dapat bebas. lepas. menentukan moral dan norma-mu sendiri sebagai manusia. menentukan jalan dan pilihanmu sendiri sebagai wanita.

Bisa Kunamai Diriku Dusta?

Bagaimana jika aku memulai dengan memberimu nama tiada? Lalu aku dapat berjalan dengan luwesnya dengan ketiadaan tiada yang sungguh sulit untuk ada dan berada maupun mengadakan.

Bagaimana jika aku memulai dengan memberimu nama sunyi? Lalu aku dapat bersiul dengan ringannya dalam kesenyapan sunyi yang nampaknya enggan untuk bersuara dan menyuarakan.

Dan bagaimana, jika aku memulai dengan memberimu nama kosong? Agar aku dapat berimaji dengan liarnya meski dalam kekosongan kosong yang melompong tak ingin untuk mengisi.

Sungguh, aku ingin. Namun kehadiranmu dalam aku terlalu kuat mengikat hingga kukira namaku adalah dusta jika kuberi kamu nama baru selain cinta.