Bisa Kunamai Diriku Dusta?

Bagaimana jika aku memulai dengan memberimu nama tiada? Lalu aku dapat berjalan dengan luwesnya dengan ketiadaan tiada yang sungguh sulit untuk ada dan berada maupun mengadakan.

Bagaimana jika aku memulai dengan memberimu nama sunyi? Lalu aku dapat bersiul dengan ringannya dalam kesenyapan sunyi yang nampaknya enggan untuk bersuara dan menyuarakan.

Dan bagaimana, jika aku memulai dengan memberimu nama kosong? Agar aku dapat berimaji dengan liarnya meski dalam kekosongan kosong yang melompong tak ingin untuk mengisi.

Sungguh, aku ingin. Namun kehadiranmu dalam aku terlalu kuat mengikat hingga kukira namaku adalah dusta jika kuberi kamu nama baru selain cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s