Maka Ada-mu pun Fana Adanya

baru saja kuguratkan aksara membentuk namamu diatas pasir, ombak datang bergulung menghapus tiap jejak namamu. mengirimkannya ke palung terdalam lautan.
baru saja kusiulkan namamu ke udara, angin bertiup menerbangkan lafal namamu ke ruang hampa. laju menjauh secara konstan.
baru saja kurajahkan namamu dalam jiwaku, namun jiwaku pun kini turut mengembara, jauh, jauh, menuju ketiadaan. tak tersentuh. tak tergapai.

hingga kutemui namamu tiada. jadilah kamu rupa tak bernama. tersesat dan terasing. punah dalam pusaran kehidupan. meninggalkan pusara. tak bernama.

ah, dunia memang fana adanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s