A Revelation

Jadi, sore ini saya menghabiskan waktu untuk menonton film Thousand Times Good Night. Sebuah film tentang seorang fotografer perang dan konsekuensi yang ia ambil demi terus dapat menjadi seorang fotografer perang. Ia adalah seorang perempuan, seorang ibu, seorang istri. Ia adalah perempuan yang saya inginkan diri saya untuk menjadi.
Dalam salah satu adegannya, ia mengutarakan kepada anak sulungnya, alasan ia menjadi seorang fotografer perang. Mengapa ia mau terjun ke daerah konflik dan membahayakan nyawanya hanya untuk sebuah foto. She said “anger. I was really pissed off when i was younger”
Then I finally remember, that is the reason why i want to be a social worker in the first place. Bukan karena saya minim kemampuan, bukan karena saya tidak dapat melakukan apapun yang lebih baik. Tetapi karena saya marah. Marah akan kejahatan kemanusiaan yang terjadi dimana-mana. Marah akan ketidak adilan, kesenjangan. Karena saya percaya bahwa manusia tidak seharusnya hidup dalam ketakutan seperti yang terjadi di daerah konflik tersebut. karena manusia seharusnya memiliki penghidupan yang layak. Akses yang terbuka dan hak yang terpenuhi. Karena semua manusia berhak atas kehidupan, semua manusia berhak atas pendidikan, semua manusia berhak atas sumber daya. Dan saya marah akan banyak fakta yang terjadi di dunia. Seperti bagaimana seseorang harus terus melakukan eksodus karena kampung demi kampung yang ia tempati dijarah dan diserang oleh kelompok militan lokal. Tidak sepantasnya seseorang hidup dalam keadaan seperti itu. saya marah. Dan saya ingin menuangkan energi itu untuk membantu mereka. sedapat mungkin menolong mereka untuk keluar dari situasi itu. berkontribusi dalam menciptakan perdamaian.

Kemarahan itulah, yang membuat saya ingin menolong.

Saya ingat kisah Sun, seorang mantan tentara khmer rouge yang kehilangan salah satu kakinya. Saya ingat anak-anak di desa Golo Sepang, yang hidup dalam keterbatasan akses dan informasi. Saya ingat ratusan tengkorak dalam kotak kaca di sebuah kuil di Kamboja. Saya ingat kisah tentang bocah-bocah di Nigeria yang mengalami penculikan dan dibakar hidup-hidup. Kisah-kisah inilah yang membangkitkan api saya. Saya ingin dapat berbuat sesuatu. Saya ingin menolong.

Saya ingin……… merasa hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s