people who don’t belong anywhere

Pertama, maafkan saya jika apa yang saya tulis ini menyinggung perasaan ataupun menyakiti siapapun. Saya hendak bicara mengenai perasaan belonging, perasaan bahwa anda termasuk kedalam sebuah komunitas, bahwa anda menjadi bagian dari sesuatu. Sesuatu yang lebih besar dari anda. And many times, we found ourselves whining about not belonging anywhere. Merasa seperti kita tidak memiliki tempat di dunia ini, tidak diinginkan dimanapun. Ketika kita tidak merasa dapat masuk kedalam masyarakat luas dan kita tidak memiliki tempat didalamnya. Saya familiar dengan perasaan itu. social anxiety. Dan perjuangan yang dilakukan hanya untuk merasa diterima. Padahal yang bermasalah adalah pikiran anda sendiri, anda tidak benar-benar tidak memiliki tempat di dunia. Anda masih punya ceruk itu, meski anda tidak diterima secara sosial oleh masyarakat. Namun mereka tidak dapat menistakan keberadaan anda karena anda punya kedudukan legal dan hak untuk berada di dunia.

Namun tahukah anda bahwa ada orang-orang, atau kelompok-kelompok yang benar-benar tidak memiliki tempat di dunia? Mereka stateless. Tidak memiliki kedudukan legal sebagai warga negara manapun. Mereka tidak memiliki pengakuan sebagai warga negara dari negara manapun. Mereka tidak memiliki tempat tinggal yang legal ataupun kepastian hukum apapun. Dan dalam dunia seperti ini dimana tiap inci lahan merupakan teritori suatu negara, tidakkah ini menyesakkan? You literally have no place in this world. Nilai moral, nilai kemanusiaan yang dijunjung oleh tiap negara tidak berlaku atas mereka. Tak ada perlindungan, ataupun hak bagi mereka. take the Romani or Rohingya people for instance. Mereka tidak diakui oleh negara manapun sebagai warga negaranya. Rohingya terlunta-lunta di berbagai negara tetangga, tinggal di camp-camp pengungsian tanpa fasilitas dan perlindungan yang layak. Tanpa akses yang layak ke edukasi, politik, maupun sumber daya. Begitupun dengan orang-oang Romani atau yang lebih dikenal dengan sebutan gypsy. Mereka terisolir tanpa akses yang memadai kedalam masyarakat karena mereka tidak memiliki status kewarga-negaraan. Terperangkap dalam kemiskinan dan terancam untuk diusir sewaktu-waktu karena mereka bukanlah penduduk yang legal di negara tersebut.

My point is, yes, you might feel like you don’t belong anywhere and it feels awful. Tapi lihatlah, ada mereka yang benar-benar stateless and unwanted. Tidak diinginkan di negara manapun, tidak memiliki legalitas sebagai warga negara manapun. Maka bersyukurlah, anda tidak harus hidup dalam insecurity yang lebih nyata seperti yang dialami orang-orang Rohingya dan Romani tersebut. i’m not saying that your pain isn’t real, but please be grateful for things that you have, eventhough it’s not big or special, such as your citizenship status. Because someone else is dying just to get it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s