Teruntuk senja yang luput dari pelupuk mata

selamat malam, senja 🙂

lucu rasanya mengucapkan selamat malam padamu, padahal kamu sendiri mungkin tidak dapat memahami apa itu malam. kamu mungkin hanya mengenal namanya tanpa pernah berjumpa dengannya. kamu terlampau cepat meninggalkan langit sebelum malam sempat menyapamu. sehingga kamu tidak pernah tahu warna semburat seperti apa yang ada dalam tubuh malam. kekuatan magis apa yang dimiliki oleh sang malam hingga dapat menyihir manusia-manusia untuk mencintainya begitu rupa. tak apa, senja. betapapun manusia mencintai malam, engkaulah yang telah menghantarkan malam pada para pencintanya setiap hari. dan untuk itu kami pun mencintai kehadiranmu yang singkat itu pula.

senja, sesungguhnya tak ada alasan bagimu untuk mencemburui malam. malam tidak memiliki semburat jingga keemasan yang indah seperti milikmu. malam tidak memiliki sulur-sulur kemerahan yang menggeliat mesra seperti milikmu. malam pula tidak memiliki lembayung sendu yang memayungi cakrawala seperti milikmu. malam hanyalah kegelapan yang sesekali tercerahkan oleh hadirnya rembulan dan gemintang. tak lebih.

memang, malam memiliki kekuatan magisnya yang menawan para pemuja rindu. malam memang mampu memahat lara dalam jiwa-jiwa yang biru. dan ya, senja, malam memang menjadi selimut bagi para sejoli yang memadu kasih. tapi jangan kau cemburu, senja. jinggamu telah menyekap jiwa para pemburu makna. lembayungmu telah menaruh mantra di hati para pencinta. kehadiranmu menjadi candu bagi mereka yang terlahir dengan romantisme yang membuncah.

senja, tidak ingatkah kau akan kisah cinta Sukab? iya, Sukab. Sukab yang mengerat tubuhmu dan memasukkannya kedalam kartu pos demi kekasihnya. tidakkah itu cukup menjadi bukti betapa istimewanya kamu bagi kami para pencinta? betapa hadirmu dipuja oleh kami-kami yang memiliki deposit rasa yang berlebih?

Senja yang hangat, bolehkah aku turut mengerat sebagian kecil dirimu untuk kumasukkan dalam cakrawala hatinya?

senja yang mega, bolehkah aku turut menyisipkan diri ke antara lembayung jinggamu? agar gundahku berkawan dan tak melulu sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s