Move On!

kepada : kamu yang tak juga lelah bertahan untuk ia yang pernah menanam benih-benih harapan di jiwamu.

selamat sore

apa kabar? apa kabar hatimu yang lebam tak beraturan demi ia yang berkelana dari hati ke hati tanpa tahu aturan? belum lelah kah kamu menanti kembalinya? belum jengah kah kamu mengharap ia mengembalikan potongan jiwamu yang ia bawa pergi? belum genap kah lara mu kau timang-timang?

ia sudah pergi. akhir cerita. hujan, lelagu, pun kenangan tidak akan membawanya kembali. spasi antar jemarinya yang dulu selalu kau isi kini telah dihuni gadis lain. bahunya yang dulu selalu siap sedia untuk kamu sandari kini sudah menaungi kepala lain yang bukan kepalamu.

aku tau, sayang. aku tau dengan jelas lubang menganga yang ia tinggalkan di jiwa mu meronta untuk diisi. dan kini hanya bayangnya dan kenangan tentangnya yang dapat sedikit mengisi lubang di jiwa mu. tapi lepaskanlah, sayang. biarkan lubang itu kosong menjadi ruang hampa yang menghisapmu masuk kedalam pusarannya. biarkan. pada akhirnya kamu pun akan melihat titik terang dalam kegelapan jiwamu.

apa titik terang itu? kamu. karena kamu lebih patut dicintai daripada bayangan nya. karena kamu lebih pantas dikasihi daripada duka yang ia tinggalkan menggerogoti terangmu. karena kamu lebih berarti daripada berjuta jiwa yang lubang dan tidak tahu dimana tukang tambal jiwa terdekat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s