Mari Bicara, Dup.

Surat ini untuk kamu yang begitu sering dibicarakan, dipersalahkan, dipergunjingkan, difilosofikan, disayangkan, dan diimbuhi di-kan di-kan lainnya. surat ini untuk kamu yang tak selayaknya ku personifikasi karena kamu adalah bentangan kain yang maha luas tak berbatas, sedangkan aku hanya serat benang mu, atau bahkan lebih tidak signifikan lagi. Surat ini untuk kamu, segalanya yang aku ketahui, meski aku tidak mengetahui segala-mu. Ya, surat ini untuk kamu, Hidup.

Sebelumnya aku harus minta maaf atas kelancanganku mereduksimu menjadi sebuah persona, menjadi sosok. Sedang kamu begitu infinit, misterius, dan agung. Maaf, atas kekurang-ajaranku menulis sepucuk surat untukmu yang maha segalanya. Dan maaf, beribu maaf, atas kelemahanku jika surat ini nantinya akan terlihat seperti keluhan atau sebuah protes terhadap kamu. Maaf, Dup.

Dup, sesungguhnya motivasiku menulis surat ini semata untuk bertanya padamu. Mengenai pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah dapat aku temukan jawabannya, dan kurasa kamu yang maha segalanya pasti tahu. Aku bingung, Dup. Seringkali aku bertanya kepadamu namun bukan jawaban yang ku temukan, tapi justru pertanyaan-pertanyaan lain yang sama-sama tidak dapat kujawab pula. Atau justru itu-kah cara kerjamu,Dup? Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lain sampai kami gila jika terus bertanya? Ah, selera humormu itu lho Dup, nggemesi.

Dup, sebenarnya kamu ini apa sih? Kenapa kamu begitu dekat tapi begitu tidak dapat dimengerti pula? Sebenarnya apa yang menentukan seseorang dapat menjadi bagian dari kamu atau bukan, Dup? Aku tidak ingat memilih untuk menjadi salah satu dari serat benang tidak signifikan milikmu, tapi kenapa aku disini? Kenapa aku menjadi? Aku tidak ingat memilih untuk dilahirkan di belahan bumi ini dan dengan keluarga yang ini, tapi kenapa tahu-tahu aku dituntut menjalani ini dan segala konsekuensinya, Dup? Ini kuasa-mu kah? Atau siapa? Siapa yang menentukan aku harus menjadi bagianmu, Dup? Benarkah bahwa keberadaanku ini layaknya lotere? Sebatas perkawinan antara kombinasi dan peluang dan keberuntungan? tidak apa-apa sebenarnya, Dup. jangan merasa bersalah atau sedih. Toh meski dipaksa oleh lotere, aku masih dapat menikmati. Aku hanya bingung. Dan mengimpikan jawaban.

Dup, kata orang-orang, kamu ini adalah sebuah sistem yang serba besar dan serba kompleks. Tapi sebenarnya seperti apa sistem mu, Dup? seperti apa mekanisme mu? Bisakah aku memahami roda-roda gigi yang menggerakkannya dan kearah mana roda-roda gigi itu berputar? Benarkah kamu sesuatu yang mekanis, Dup? Benarkah kamu memiliki tata dan kausalitasmu sendiri? Atau kamu sebenarnya suatu yang serba acak, serba impulsif? Jika begitu, bagaimana mungkin bisa kupahami kamu? Apakah aku, dan serat-serat benangmu yang lainnya hanya bisa menerima tanpa usah mengerti prinsip dasar mu? Apakah pengertian kami akan selalu bersifat parsial Dup, jika menyangkut kamu?

Bagaimanapun, Dup, bagaimanapun kami bertanya dan mengomel karena tak kunjung mendapat jawaban, kami mencintaimu. atau tepatnya, dipaksa mencintaimu. Tanpamu, eksistensi kami pupus. Ah, bahkan tanpamu konsep eksistensi saja tidak akan ada, Dup. kamu adalah sumber segalanya, sang maha segala. Tanpa kamu, tanpa kamu, entahlah apa yang terjadi tanpa kamu, Dup. otakku tidak dapat memikirkannya. Apakah kegelapan total yang akan terjadi? Bahkan gelap adalah bagian dari kamu, Dup. jika kamu tiada, maka sesuatu yang tidak terbayangkan-lah yang akan terjadi. mana bisa kami memikirkan sesuatu yang berada diluar kamu, Dup. karena kamu adalah segala yang kami ketahui.

Dup, Hidup sayang, kepalaku terlalu banyak memusingkan kamu. Terlalu pening mengkalkulasi kamu. Mungkin sudah saatnya aku mencintai kamu apa adanya tanpa banyak melempar tanda tanya.

Terimakasih, Dup. dan sekali lagi, maaf.

Tertanda,

Serat benangmu yang lancang.

Advertisements

One thought on “Mari Bicara, Dup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s