semesta memang pepat, dalam dadaku.

didadaku, dapat kau temui samudera

dingin dan biru. membentang luas, enggan bertepi. sungguh, tak seorangpun pernah menyelam hingga kedasar. menjelajahi palung-palungnya, misteri-misterinya. mengalahkan terjang ombaknya saja sudah terlalu merepotkan. terlebih mengarungi pun menyelami.

didadaku, mentari bulat sempurna

cahayanya yang keemasan menerangi dengan ikhlas. menimpa pucuk-pucuk dedaunan, dan menembus sela-selanya. mengajak siapapun untuk turut keluar dari tembok-tembok beton dan menari dibawah cercah emasnya. menghangatkan, bagi jiwa-jiwa yang menggigil oleh sunyi. hingga tiba waktunya untuk benam di ufuk barat. menumpahkan jingga dan kesumba-nya di bentangan cakrawala. memaksa siapapun untuk mematung sejenak, melupa pedih perih oleh sihir senja. tanpa disadari, gelap telah memeluk lelap di pangkuannya.

didadaku, terhampar sawah menguning

merunduk malu-malu, menanti untuk dipetik. menanti untuk malih menjadi semangkuk nasi dihadapan jiwa-jiwa yang kelaparan. menggeliatkan tunas-tunas lainnya dari lindungan tanah yang rela, melepas mereka bertumbuh. menghadapi riangnya masa-masa hijau. untuk lalu merunduk malu-malu lagi. menjadi santap lagi. berputar dalam roda yang itu-itu saja, hingga waktu memutuskan untuk berhenti mencipta detik.

didadaku, pegunungan membentang serupa benteng

menggoda ego, untuk menaklukkannya. menggelitik kaki, untuk menjelajahinya. memasuki hutan belantaranya, dibutakan kabut tipis yang dingin. muram, namun romantis. membelah padang edelweiss dan ilalang, mencari kenangan yang menggenang di dasarnya. hati-hati lah dalam melangkah, tebing dan jurangnya tak akan ragu untuk mencelakai. jalan setapaknya yang tak pernah sederhana, teramat melelahkan. namun akan kau temui di puncaknya, segenap kebahagiaan yang buncah, ruah.

mungkin memang benar adanya, semesta pepat dalam dadaku; dimana rahasia tak lagi berangka.

mungkin memang benar adanya, semesta mampat dalam dadaku; menanti untuk dipetakan.

terinspirasi dari ‘Semesta; Rahasia-Rahasia di Dada Hawa’ karya iitsibarani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s