Perihal Jati Diri dan Menjadi Buta

Beberapa malam yang lalu, saya berbincang dengan seorang kawan yang sedang dilanda kebimbangan. Ia mempertanyakan hakikat diri. Merasa terlambat dalam menemukan jati diri. sedangkan orang lain seusianya tidak seharusnya masih memikirkan hal-hal seperti jati diri dan kebermaknaan hidupnya.

Lalu saya jadi bertanya, apa memang mungkin bagi kita untuk benar-benar memahami siapa diri kita sejatinya? Termasuk dengan makna sejati keberadaan kita di dunia. Kok rasa-rasanya… tidak mungkin.

Mungkin kekhawatiran teman saya itu berlebihan, mungkin sebenarnya tidak pernah ada seorang pun yang benar-benar mengerti siapa dirinya dan untuk apa ia ada. Seringkali, hidup kita tercipta dari serentetan reaksi kita akan segala sesuatu. Tentu ini tidak dibenarkan, namun memang benar terjadi, kan? We’re merely trying to survive.

Kenapa kita berada di titik kita berdiri sekarang? Jika ditanyakan, mungkin hanya sedikit orang yang dapat menjawabnya dengan pasti dan konsisten dari waktu ke waktu. Saya sendiri merasa berada di titik ini semata karena hidup ‘mengalirkan’ saya kesini. Tidak karena saya punya idealisme tertentu yang ingin diwujudkan dan titik ini merupakan salah satu tahapannya. Lha wong idealisme seseorang saja kerapkali berubah-ubah sesuai dimana ia berdiri kok. Mimpi seseorang pun seringkali disusun berdasarkan posisinya. Misal, seorang yang tadinya bermimpi ingin menjadi diplomat eh ternyata dijalan ia melihat bahwa menjadi diplomat tidak mudah lalu mangkir dan bermimpi jadi pengusaha. Mimpi dan idealisme kita banyak ditentukan oleh dimana posisi kita. Nanti mungkin dikala hidup memaksa kita mengikuti arusnya hingga ke titik lain, mimpi dan idealisme kita pun akan turut berubah. Dan pemaknaan diri, tentunya juga akan berubah.

Lalu apakah ada ‘diri yang sejati’? entahlah, teman saya yang mempelajari ilmu psikologi berkata bahwa ada ‘diri yang sejati’ berenang di alam bawah sadar kita. Dan ‘diri yang sejati’ itu permanen, akan selalu ada dan begitu. Namanya saja sejati. Tapi rasanya mengesalkan bukan, kita memiliki satu set karakter yang ada begitu saja dan tidak dapat dihapuskan. Sedangkan karakter itu bukan kita yang membentuk melainkan keluarga dengan pendidikan dini yang mereka berikan. Ah, jikapun benar kita memiliki karakter set yang pakem, toh kita dikaruniai pikiran untuk menelaah ulang dan merekonstruksi diri.

Lalu pentingkah untuk mengetahui karakter pakem kita (jika memang ada)? Haruskah kita mengkhawatirkan diri jika kita tidak mengerti karakter pakem kita? Padahal kita telah diberi kebebasan akses untuk mengkonstruksi diri sedemikian rupa. Melalui pendidikan, teknologi dan informasi yang beredar bebas. Tidak bisakah kita tidak memusingkan yang sejati dan hanya berfokus pada seperti apa kita ingin diri kita menjadi?

Ah, pening.

Pada akhirnya, yang terpenting adalah menjalankan hidup, bukan? Yang penting adalah tetap melangkah kedepan, kan? Meskipun mungkin akan lebih mudah jika kita tahu dengan jelas karakter dan preferensi diri yang sebenar-benarnya, Namun tidak masalah. tanpa tahu pun kita masih dapat berkarya dan bermanfaat. Seperti kutipan berikut,

terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk

-Tan Malaka

Mungkin benturan yang akan dialami jika melangkah tanpa mengetahui ‘karakter pakem’ kita akan lebih banyak. Akan tetapi, benturan itu-lah yang nantinya akan membentuk karakter, merevisi ‘karakter pakem’ kita.

Toh, dunia penuh dengan segala sesuatu yang telah dikonstruksi sedemikian rupa dengan hati-hati oleh para perancang sistem sosial. Atau mungkin, mereka pula berjalan dengan buta macam kita? Tak tahu arah dan semata bereaksi?

Advertisements

2 thoughts on “Perihal Jati Diri dan Menjadi Buta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s