aku raya. masih raya.

perkara menunggu tidak pernah menyenangkan. menunggu meresahkan. tidak, aku tidak akan menyimpulkan sejauh itu hingga menetapkan menunggu sebagai pekerjaan paling sulit. tidak, menunggu mu itu mudah.

semudah melekatkan senyum mu di pelupuk mata.

tidakkah kamu sadari, bahwa kamu adalah indah yang aku rayakan? katanya, cinta memang harus dirayakan. soal berbalas atau tidak, bukan lagi tanggung jawabku untuk merayakannya. karena tugasku hanya sebatas merayakan cinta yang timbul dan berbunga dalam dada. sesederhana itu.

sesederhana membiarkanmu mencuri sepetak jiwaku.

aku bergembira. meski harus menunggu. dan tak tahu kapan harus berhenti menunggu. meski harus menerjunkan diri dari gigir. tanpa tahu apa yang menungguku di dasar sana. aku raya. masih raya. dan akan tetap raya. hingga cinta melapuk layu. Enggan memekarkan bunganya. Hingga biru terlalu biru. hingga kelabu terlalu abu.

dan jiwaku, tidak akan pernah mengutuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s