Perempuan Berselubung Sunyi

Ada Pelatuk yang melagu. Berkisah. Syahdan, hiduplah seorang perempuan berselubung sunyi. Tak ada sesuatu pun yang ia akrabi melainkan sunyi. Sunyi yang terlalu familiar untuk ia hentak pergi. sunyi yang ia timang mesra dan intim.

Perempuan berselubung sunyi. Menjaganya agar tetap sepi. Menjaga bisiknya agar tetap bisu. Menjaga jeritnya agar tetap gagu. Perempuan berselubung sunyi. Terlalu pekak. Terlalu riuh. Hingga melankoli merintik. Perempuan itu tetap berselubung sunyi. Menjaganya tetap sepi.

Perempuan berselubung sunyi. Gelayut biru tersimpan di kedua matanya. Mewujud samudera. Siap mengutus hujan agar membanjir. Mengaliri liang-liang rindu. Gorong-gorong kenang. Hingga kuning lampu jalanan tak lagi mampu mengisi sunyi yang ia selubungkan rapat disekujur jiwanya.

Ah, perempuan berselubung sunyi. Teganya kamu! Sunyi tak patut kau kenakan serupa pakaian! Sunyi pula tak patut kau titah serupa perhiasan! Sunyi terlalu agung untuk kau tatah menjadi perisai!

Tega!

Sunyimu serupa sangkakala! Membunuh!

Advertisements

3 thoughts on “Perempuan Berselubung Sunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s