Perkara Hidup dan Derak Waktu

Derak waktu memang bukanlah musik yang ramah di telingaku.

Dentumannya tak pernah membentuk harmoni indah di hidupku.

Mereka kerap terlalu gegas dan tergesa, meninggalkan dan menemukan.

Pun terkadang ia melangkah lambat tertatih, begitu dramatis.

Aku tak pernah mampu mengikuti iramanya.

Aku membenci tik-toknya yang selalu berkejaran tak kenal lelah.

Aku mengutuk rupanya yang kerap meniada namun geliginya tak henti melumat jiwa.

Dimensi ini melelahkan, sungguh.

Bagaimana kamu dapat melangkah dengan bijak dan tenang ketika waktu selaksa mesin penghancur yang berjalan terus dibelakangmu tanpa ampun.

Namun pada malam seperti ini, aku menyerah. Waktu memberiku tidak hanya binasa melainkan harap yang samar, timbul tenggelam dalam remang cahaya lampu kota. Waktu memberiku kesempatan, untuk menggantung asa pada langit-langit esok dan bergerak menjauh dari genang darah di belakangku. 

Maka aku berserah. Pada hidup. Pada waktu dan geliginya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s